![]() |
Ilustrasi. |
Dompu, zonakasus.com - Oknum bendahara di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Kecamatan Woja, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, diduga melakukan pemotongan (pangkas) anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) para guru.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu korban inisial M yang mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang ada di wilayah Kecamatan Woja kepada zonakasus.com saat ditemui di Taman Kota Dompu pada Kamis (27/3/2025) siang.
Menurut korban, dugaan pemotongan tersebut dilakukan oleh oknum bendahara sebesar Rp 50 per orang itu berdasarkan perintah Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Woja untuk disimpan sebagai upah tugas bendahara.
"Menurut saya, selaku korban itu benar ada pemotongan Rp 50 ribu per orang, karena memang itu nyata dan pemotongan itu sebanyak 532 orang guru," ungkapnya.
Ia menerangkan, jumlah guru yang dipotong THR nya oleh oknum bendahara sebanyak 532 orang, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Dugaan pemotongan Rp 50 ribu per orang itu, memang diakui oleh UPTD atas perintah Kepala UPTD. Selain itu, ada selisih bayar dari kitir gaji lagi, dengan yang masuk di ATM kita sebesar Rp 50 ribu, jadi Rp 100 ribu," sambung dia lagi.
Disinggung, apakah pemotongan itu ada sosialisasi atau pemberitahuan awal dari pihak UPTD sendiri atau meminta persetujuan dari para guru, dan pihak UPTD Dikpora Kecamatan Woja sendiri tidak pernah melakukan hal itu.
"Ini benar-benar pemotongan sepihak oleh UPTD yang tidak diketahui oleh kami maupun pihak sekolah kami dan sekolah-sekolah lainnya," paparnya.
Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu, Ida Farida, S.Pd saat dimintai tanggapan tentang adanya dugaan pemotongan tersebut, pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam keras atas tindakan tersebut.
"Saya sangat mengecam keras adanya dugaan pemotongan hak guru yang dilakukan oleh oknum bendahara KCD ini," geram istri Pimpinan Umum Media Online LakeyNews.com ini.
Menurut ibu dari kedua putri ini, bahwa dugaan pemotongan itu telah mencederai dunia pendidikan, juga telah melukai para tenaga pendidik yang telah berjuang untuk masa depan bangsa.
"Ini sudah mencederai dunia pendidikan dan melukai hati kami selaku pendidik. Kami ingin transparansi dan akuntabilitas dalam dunia pendidikan, dan IGI Dompu akan memperjuangkan hak guru agar tidak ada lagi ketidak adilan dalam dunia pendidikan," tegas Ida Farida.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum bendahara UPTD Dikpora Kabupaten Dompu tetap diupayakan untuk dimintai keterangan dalam menanggapi isu yang beredar. [ZK-01]