![]() |
Susana haru di rumah nelayan yang sempat dikabarkan menghilang akibat terseret arus saat memancing. Dok. Zonakasus.com. |
Dompu, zonakasus.com - Setelah lebih dari 12 jam dinyatakan hilang akibat terseret arus saat mancing, dua nelayan asal Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepulangan Alimudin (35) dan Mahirudin (54) disambut dengan isak tangis haru oleh keluarga dan warga setempat yang sejak awal cemas menunggu kepastian nasib kedua nelayan tersebut.
Sebelumnya, keduanya sempat terombang-ambing di lautan ganas dan akhirnya berhasil mencapai pesisir Pantai Moti Toi, Kecamatan Kempo, pada Jumat (31/1) malam, sekira pukul 22.00 Wita.
Keduanya dalam kondisi lemah dan hampir putus asa, mereka berusaha berjalan ke jalan raya dan menumpang sebuah truk untuk kembali pulang.
Kapolsek Pekat, IPTU Rahmadun Siswadi, S.H, yang sejak awal memimpin pencarian bersama tim gabungan dari Polsek Pekat, Sat Polair Polres Dompu, dan KPLP Calabai, tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menerima kabar kepulangan mereka.
"Ini adalah keajaiban. Melihat cuaca yang sangat buruk saat itu, kami semua sempat pesimis. Tapi Tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk kembali. Kami sangat bersyukur," ujarnya dengan nada lega.
Menurut Kapolsek Pekat, sesampainya di rumah mereka, sekira pukul 00.00 Wita, suasana haru pun pecah. Keluarga yang sudah tak kuasa menahan emosi langsung memeluk keduanya, menangis bahagia karena sang suami, ayah, dan saudara yang sempat dikira tak akan kembali, kini berdiri di hadapan mereka dalam keadaan selamat.
Melalui kesempatan itu pula, Kapolsek Pekat memberikan imbauan sekaligus mengingatkan kepada warga betapa pentingnya kewaspadaan sebelum atau saat melaut.
"Kami imbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum turun ke laut. Jika situasi tidak memungkinkan, lebih baik menunda. Jangan sampai tragedi seperti ini terulang kembali," pesan Kapolsek Pekat.
Malam yang mencekam akhirnya berubah menjadi malam penuh syukur. Meskipun sempat dihantui ketakutan akan kehilangan orang-orang tercinta, kebersamaan akhirnya kembali utuh.
"Semoga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan ini semoga warga menjadikan pelajaran," pungkas Kapolsek Pekat. [ZK-01]